Tuesday, June 30, 2009

Bandung 1999 (7)

Setelah sekian lama kebisuan mengiringi kami, akhirnya...
“Hari ini kamu sedang bahagia yah?” tanya Ricky kepada ku sinis.
“Maksud kamu...?” dengan terheran aku tanya ku balik.
“Alaaa...h, jangan pura-pura!” ucapnya kembali sinis.
“Pura-pura apa? Ngomong yang jelas dong, aku nggak ngerti apa yang kamu omongin!” balas aku dengan sedikit kesal.
“Baik, aku to the point aja. Siapa laki-laki itu?” tanyanya penuh selidik.
“Laki-laki mana?”
“Laki-laki yang ngasih surat ke kamu tadi, aku yakin itu surat cinta, makanya kamu senang sekali menerimanya.” tukasnya cukup yakin dan agak ngotot.
“Ricky, Ricky, kamu ini ada-ada saja. Dia itu teman ku, namanya Diwan. Dengar, jangan sampai karena persoalan sepele, persahabatn kita jadi berantakan. Kamu jangan sampai tertipu, apalagi melihat sesuatu yang hanya sekejap mata.” jelas ku dengan penuh kesadaran.

1 comment:

ridwanfansuri said...

ini cerita ya


http://ridwanf06.student.ipb.ac.id